Selasa, 16 Februari 2010

Gaya Hidup Hemat

Perihal pertama dalam upaya utk bisa hemat adl bersikap awas thd kebiasaan sehari-hari.
Gaya hidup sederhana adl terkait dg pilihan; ttg bagaimana kita membelanjakan uang, membeli kebutuhan2 hidup, termasuk menghibur diri dan menikmati waktu luang.Ini bukan sekedar perkara membelanjakan lebih sedikit, tapi juga mengkonsumsi perihal yg berbeda.

Money Bag

Perihal kedua yg patut diwaspadai adl sifat impulsifitas. Banyak orang yg membeli sesuatu tanpa perencanaan. Mereka langsung membeli seketika setelah mereka melihat dan menginginkan sesuatu. I want it and I want it Now. Gawat nih. Utk perihal spt ini, saya biasanya mendiamkan diri dulu hingga perasaan impulsif itu mereda. Soalnya dari pengalaman, setiap beli barang secara impulsif, mulai dari makanan kah, barang2 kecil sampe laptop, impulsifitas pasti membawa penyesalan yg gelo. Rasa senangnya tidak bertahan lama, terutama setelah rasionalitas & pertimbangan membuat diri menilai sebagaimana mestinya.

Perihal ketiga terkait dg pilihan utk mencari kesenangan. Bisa jadi kita punya aturan yg mahal atas kesenangan. Misal baru tersenangkan bila makan di Pizza HuT (terlepas dr bgmn rasanya, mkn ada keyakinan bhw Pizza seharusnya enak,krn banyak yg makan di sana), baru tersenangkan bila nonton di Cinema 21, punya motor cowok dsb. Standard kesenangan jadi terlalu tinggi, dan malah merepotkan. Perlu kiranya kita belajar utk tersenangkan “skd” dg nasi yg dimakan,dg motor yg masih bisa jalan,dg hape yg masih bisa dipake SMS dg baik sekali, dg komputer yg masih bisa bermain Zuma dsb. Sebenernya klo kita pandai bersyukur, gaya hidup hemat akan mudah kita jalani. Saya sendiri ngaca & masih terus berusaha.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar